Senin, 14 Desember 2015





 TRIP TO BADUY 4-6 12 15
with UNINDRA University







selamat datang ciboleger




with baduy dalam


Suku Baduy salah satu suku asli Banten. Jumlahnya pendududuk suku baduy 
sekitar 5.000 – 8.000 orang. Lokasi Suku Baduy tepatnya berda di kaki 
pegunungan Kendeng di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten
Lebak-Rangkasbitung, Banten, berjarak sekitar 40 km dari kota
Rangkasbitung.

Wilayah suku baduy sendiri terbagi kedalam 2 daerah yaitu suku baduy
dalam dan baduy luar. Suku baduy dalam merupakan suku baduy yang
benar-benar masih menjaga pikukuhnya sedangkan suku baduy luar merupakan
suku baduy yang sudah berbaur dengan masyarakat sekitarnya.

Sel mempersiapkan fisik jika ingin menginap di Kampung Baduy, kita
juga harus siap untuk menghormati dan mematuhi peraturan adat yang
berlaku di kawasan ulayat masyarakat Baduy. Paling tidak mematuhi
peraturan yang dibuat Jaro (Kepala Desa) Kanekes, Dainah, bagi pendatang
yang akan memasuki wilayahnya.

Aturan bagi pendatang antara lain larangan membawa tape atau radio,
tidak membawa gitar, tidak membawa senapan angin, tidak menangkap atau
membunuh binatang, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang
pohon, tidak meninggalkan api di hutan, tidak mengonsumsi minuman
memabukkan, dan tidak melanggar norma susila.

Khusus untuk warga asing, diharamkan untuk masuk ke wilayah Baduy Dalam
yang warganya selalu berpakaian putih, yakni wilayah Kampung
Cibep-Cikartawana-Cikeusik. Orang asing hanya diizinkan masuk hingga ke
wilayah Baduy Luar yang warganya selalu berpakaian hitam.

Sementara itu, pada bulan Kawalu (masa panen tiga bulan berturut-turut
pada bulan Februari hingga April), Baduy Dalam ditutup sama sekali untuk kunjungan 

 orang luar. Kecuali yang mendapat izin atau diundangan. 
Namun, bagi pengunjung pada bulan Kawalu tetap bisa
bertemu dengan warga Baduy Dalam saat keluar dari kampung mereka, Baduy Luar



Adat Baduy yang sangat membatasi sentuhan dengan dunia modern, terutama
pada listrik, dan peralatan elektronik lainnya juga memaksa pengunjung
yang akan menginap harus melengkapi peralatan yang relatif banyak,
terutama membawa senter untuk memudahkan saat ke kamar kecil pada malam
hari.

Jaket cukup membantu untuk mengusir hawa dingin di perkampungan Baduy
yang memiliki ketinggian di atas 500 meter di atas permukaan laut ini.
Kantong tidur pun tidak ada salahnya dibawa untuk membantu menghangatkan
badan ketika tidur pada malam hari.

Malam di Baduy sangat dingin. Rasa dingin itu sangat menusuk tulang
karena warga Baduy tidurnya di lantai panggung, bukan di atas dipan.
Angin tidak hanya dirasakan dari embusan di atas, tetapi juga dari bawah
rumah panggung. yang masuk dari sela dinding bilik bambu.

Apabila datang ke Baduy di musim hujan, pengunjung sebaiknya menggunakan
alas kaki yang cocok dipakai di tanah licin dan berlumpur. Sepatu atau
sandal gunung direkomendasikan untuk dipakai karena solnya telah
didesain mampu ”mencengkeram” ketika berpijak sehingga tidak mudah
tergelincir, apalagi di jalan menanjak.

Jangan lupakan pula jaket atau jas hujan dan tudung tas yang kedap air
untuk melindungi barang bawaan agar tidak basah. Minyak antinyamuk
silakan pula dibawa untuk menghalau serangga tersebut, terutama ketika
kita hendak berjalan-jalan ke hutan atau perladangan Baduy.
Apabila kita menginap di perkampungan Baduy Luar, kita bisa menggunakan sabun atau sampo ketika mandi. Di Baduy Dalam kedua benda itu pantang dipakai. Obat-obatan pribadi harus dibawa, terlebih karena di dalam perkampungan Baduy tidak ada puskesmas atau apotek. Jadi, kalau sudah siap masuk ke kawasan Baduy, jangan lupa menyelesaikan segala urusan di kota terlebih dahulu karena akan sulit mendapatkan sinyal telepon seluler.

Nah, sudah siap kan travelers untuk menikmati keseruan bersama suku Baduy ini? Siapkan stamina lebih supaya eksplorasi kamu semakin seru ya!
THANKS FOR ALL...
 
 
Add caption
Add caption
friends from baduy
jembatan penghubung suku baduy dalam
Add caption